TarikhUncategorized

Kelahiran Nabi Muhammad kumpulan Peristiwa Besar pertanda akhir Zaman

Kelahiran Nabi Muhammad SAW, kumpulan Peristiwa Besar pertanda akhir zaman

Kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah rahmat agung bagi manusia, juga rahmat bagi alam semesta. Beliau diutus menjadi rahmatan lil ‘alamin.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al Anbiya: 107)

Berikut ini sejarah kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan peristiwa-peristiwa besar pertanda kedatangan nabi akhir zaman, peristiwa yang Mengiringi Kelahiran Nabi Muhammad :

  1. Hancurnya Pasukan Gajah
  2. Keluar cahaya saat kelahiran Nabi Muhammad
  3. Runtuhnya 14 balkon istana Kisra
  4. Padamnya api yang biasa disembah majusi
  5. Runtuhnya gereja di Buhairah
  6. Danau Sawah Surut dan Tenggelamnya Tasik Savah
  7. Jin Tak Lagi Bisa Mengintip Berita Langit
  8. Keberkahan Didapat Halimatus Sa’diyah

Kelahiran Nabi Muhammad

Rasulullah Muhammad lahir di Mekkah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Bertepatan 20 April 571 M. Ayahnya adalah Abdullah dan ibunya adalah Aminah. Rasulullah biasa puasa Senin Kamis. Ketika ditanya tentang hari senin, beliau menjelaskan bahwa itu adalah hari lahirnya.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

Rasulullah ditanya tentang puasa hari Senin. Beliau bersabda: “Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim)

ketika itu, Arab belum memiliki angka tahun. Penamaan tahun diambilkan dari peristiwa besar yang terjadi pada tahun itu. Tahun lahirnya Rasulullah disebut tahun gajah karena pada saat itu terjadi penyerbuan pasukan Gajah yang hendak menghancurkan Ka’bah. Namun pasukan yang dipimpin Abrahah itu dihancurkan Allah sebelum mencapai Ka’bah.

Saat Rasulullah lahir, keluar cahaya hingga menerangi istana-istana di Syam. Ibnu Sa’ad meriwayatkan bahwa ibunda Rasulullah berkata, “Setelah bayiku lahir, aku melihat ada cahaya yang keluar dari jalan lahirnya, menyinari istana-istana di Syam.” Imam Ahmad juga meriwayatkan hal senada.

Saat Rasulullah lahir, ayah beliau Abdullah telah wafat. Ia wafat di Yatsrib (Madinah) saat diutus Abul Muthalib untuk mengurus kurma di sana.

Setelah bayinya lahir, Aminah mengirim utusan menemui Abdul Muthalib. Mendengar kabar gembira itu, Abdul Muthalib datang dengan penuh suka cita. Diambilnya bayi itu dan dibawahnya ke Ka’bah seraya berdoa kepada Allah. Begitu sisa ajaran tauhid di Mekkah, beberapa manusia yang masih berdoa kepada Allah ajaran Ibrahim dan Ismail yang masih tersisa. Seiring dengan waktu berjalan jauh banyak penyimpangan hingga pada kondisi kronis penyembahan berhala dan berdoa kepada berhala. Abdul Muthalib lantas memberikan nama Muhammad untuk cucunya itu. Nama yang belum dikenal di Arab dan mungkin belum pernah dipakai oleh siapapun.

Nasab Nabi Muhammad

Dari segi nasab (keturunan), Rasulullah adalah orang pilihan. Ia terlahir dari keturunan pilihan sebagaimana sabda beliau:

إِنَّ اللهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ

Sesungguhnya Allah memilih Kinanah di antara keturunan Ismail, dan memilih Quraisy di antara keturunan Kinanah, dan memilih Bani Hasyim di antara suku Quraisy. Dan Allah memilihku di antara Bani Hasyim. (HR. Muslim dan Ahmad)

Ayah Rasulullah adalah Abdullah. Ia wafat pada usia 25 tahun. Merupakan laki-laki terpandang di kalangan Quraisy. Ia putra Abdul Muthalib, pemimpin kaum di Makkah yang memiliki otoritas pemeliharaan Ka’bah. Abdul Muthalib dikenal dengan gelar Al Fayyadh (Sang Dermawan) karena kedermawanannya.

Ibu Rasulullah bernama Aminah. Lengkapnya adalah Aminah binti Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Aminah adalah wanita paling terpandang di kalangan Quraisy. Baik karena nasabnya maupun kedudukannya.

Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri menjelaskan ada tiga bagian nasab Rasulullah yaitu:

Bagian yang disepakati kebenarannya oleh para pakar sirah dan nasab, yakni sampai Adnan. Bagian yang diperselisihkan, yakni dari Adnan hingga Ibrahim ‘alaihis salam. Beberapa hal yang tidak benar, yakni dari Ibrahim ‘alaihis salam ke atas hingga Adam ‘alaihis salam.
Bagian pertama dari nasab Rasulullah adalah 22 generasi yang namanya disepakati para pakar sirah. Yakni Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Peristiwa yang Mengiringi Kelahiran Nabi Muhammad
beberapa peristiwa besar yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Peristiwa besar terjadi sebelum Rasulullah lahir dan Peristiwa besar lainnya terjadi setelah Rasulullah lahir.

  1. Hancurnya Pasukan Gajah

Rasulullah dilahirkan disuatu masa dengan sebutan tahun Gajah. Disebut tahun Gajah karena saat itu Abrahah membawa pasukan bergajah menyerang Ka’bah. Abrahah adalah penguasa di Yaman. Ia membangun gereja besar di Kota Shan’a dengan maksud agar orang-orang berkunjung ke sana dan mendatangkan pemasukan besar bagi Yaman. Ia ingin menggeser kedudukan Ka’bah yang selalu ramai didatangi manusia menjadi berkunjung ke yaman. Namun, bangunan yang megah dan indah itu tak kunjung ramai. Orang-orang Arab tetap berdatangan ke Makkah untuk mengunjungi Ka’bah yang memiliki nilai historis tinggi. Terlebih pada musim haji.

Syaikh Mahmud Al Mishri dalam Sirah Rasulullah menyebutkan, seorang laki-laki Arab dari Bani Kinanah masuk gereja tersebut dan meletakkan kotoran di dalamnya. Ini yang memicu kemarahan Abrahah hingga ingin menghancurkan Ka’bah.

Abrahah menyiapkan pasukan dalam jumlah besar. Sebagiannya mengendarai gajah. Dengan sombong dan pongah mereka bergerak menuju Makkah. Tujuannya hanya satu, menghancurkan Ka’bah.

Orang-orang Makkah yang mendengar kabar itu merasakan ancaman besar. Pasukan bergajah itu bukan tandingan mereka. Bahkan Abdul Muthalib sebagai pemimpin Makkah pun tak bisa berbuat apapun. Ia menyerahkan perlindungan Ka’bah sepenuhnya kepada Allah.

Saat mengetahui 200 untanya dijarah Abarah, Abdul Muthalib menemui Abrahah meminta untanya dikembalikan. “Kamu datang hanya untuk meminta untamu kembali? Lalu bagaimana dengan Ka’bah yang akan kuhancurkan?” Abrahah keheranan dengan sikap Abdul Muthalib. “Unta itu milikku, maka aku memintanya kembali. Sedangkan Ka’bah itu milik Allah, maka Dia sendiri yang akan melindunginya,” jawab kakek Nabi Muhammad itu.

Abrahah merasa besar diri karena tak ada yang mampu melawannya. Unta Abdul Muthalib pun dikembalikan. Pasukan Abraham kemabli mendekati Makkah, dengan Takdir Allah belum sampai di Makkah, datang burung berbondong-bondong dari arah laut. Burung-burung itu membawa batu-batu panas dan menjatuhkannya ke pasukan Abrahah. Mereka pun jatuh bergelimpangan. Tewas mengenaskan.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيل ِ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيل ٍ

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيل َ تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيل ٍ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُول ٍ

Artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat. (QS. Al-Fiil:1-5)

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa pasukan Raja Abrahah berjumlah 60.000 orang dan 13 ekor gajah. Semua pasukan tersebut dihancurkan oleh Allah sehingga diumpamakan seperti daun-daun yang dimakan ulat.

Abrahah tidak langsung mati saat terkena batu itu. Namun luka parah. Ketika dilarikan ke Yaman, kondisinya semakin melemah. Dan akhirnya tewas dengan dada terbelah dan jantungnya keluar.

  1. Keluar cahaya saat kelahiran Nabi Muhammad

Cahaya itu keluar dan menerangi ke arah istana-istana di Syam. Jika peristiwa gajah diabadikan Allah dalam Surat Al Fil, keluarnya cahaya ini diriwayatkan Ibnu Sa’ad dan Imam Ahmad. Ibnu Sa’ad meriwayatkan bahwa Aminah ibunda Rasulullah berkata, “Setelah bayiku lahir, aku melihat ada cahaya yang keluar dari jalan lahirnya, menyinari istana-istana di Syam.”

Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Al Irbadh bin Sariyah dengan riwayat yang hampir sama.

Peristiwa ini memberikan isyarat bahwa kelak agama Islam yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan sampai ke Syam yang saat itu masih di bawah kekuasaan Romawi. Dalam catatan sejarah, Syam menjadi negeri muslim, Baitul Maqdis dibebaskan pada masa khalifah Umar bin Khattab. Damaskus menjadi ibu kota khilafah Bani Umayyah. Dan hingga saat ini Suriah, Lebanon dan Palestina menjadi negeri-negeri muslim.

  1. Runtuhnya 14 balkon istana Kisra

Runtuhnya 14 balkon istana Kisra(istana Persia) saat kelahiran Nabi Muhammad ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi. Peristiwa tersebut adalah bergoncangnya Istana Raja Kisra Persia. Goncangan tersebut begitu kuat hingga meruntuhkan singgasana Raja. yaitu 14 Balkon istana runtuh akibat goncangan dahsyat tersebut. Seakan memberi isyarat bahwa nantinya Persia akan jatuh. waktu jatuhnya Persia adalah ketika perang qadisiyah.

4. Padamnya api yang biasa disembah majusi

Peristiwa besar lain yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad adalah padamnya api yang biasa disembah Majusi. Peristiwa ini juga diriwayatkan oleh Al Baihaqi. Seakan memberi isyarat bahwa nantinya banyak orang Majusi masuk Islam. padamnya api sesembahan kaum Majusi di Kuil Zoroaster Persia. Pada saat itu Kaum Majusi sangat heran akan peristiwa padamnya api sesembahan mereka. Pasalnya api tersebut telah menyala selama ribuan tahun dan tidak pernah padam. Peristiwa padamnya api sesembahan kaum Majusi tersebut menunjukkan bahwa manusia pilihan yang membawa agama tauhid dan memurnikan keesan Allah telah lahir di bumi.

Di kemudian hari, banyak orang majusi masuk Islam. Salah satunya yang paling terkenal adalah Salman Al Farisi.

  1. Runtuhnya gereja di Buhairah

Runtuhnya gereja di Buhairah( terletak di Bosra, menjadi situs peninggalan terpenting dari kejayaan Romawi dan Yunani kristen Nestorian) setelah ambles ke tanah ini juga diriwayatkan Al Baihaqi sebagaimana dua peristiwa sebelumnya. Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri mencantumkannya di Ar Rakhiqul Makhtum. Namun riwayat ini diperselisihkan.

6. Danau Sawah Surut dan Tenggelamnya Tasik Savah

Dalam kitab Khatamun Nabiyyin hal 105 karya Abu zahrah disebutkan bahwa ketika menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebuah danau yang dikultuskan oleh masyarakat Persia surut dan hampir mengalami kekeringan. Selain itu Tasik Savah pun tenggelam hingga tidak terlihat permukaannya. Tasik Sava adalah nama sebuah semenanjung yang dianggap suci oleh rakyat Persia kuno selain Danau Sawa dan Api suci di Kuil Zoroaster.

7. Jin Tak Lagi Bisa Mengintip Berita Langit

Sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia, para jin dan iblis mampu mendengar berita-berita dari langit. Seperti halnya ketika iblis mendengar seruan Allah kepada Nabi Adam A.S dan Istrinya Hawa agar tidak sekali-kali mendekati pohon buah Khuldi. Akan tetapi setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW, kemampuan Jin dan Iblis untuk mendengar berita dari langit tersebut dihilangkan oleh Allah SWT. Hal tersebut diceritakan dalam Al-Quran yaitu QS. Al-Jin ayat 8-9:

وَأَنَّا لَمَسْنَا ٱلسَّمَآءَ فَوَجَدْنَٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَٰعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَن يَسْتَمِعِ ٱلْءَانَ يَجِدْ لَهُۥ شِهَابًا رَّصَدًا

“ Dan sesungguhnya kami (para jin) telah mencoba mengetahui (Rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu (sebelum Nabi Muhammad SAW lahir) dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengar (berita-berita). Tetapi (sekarang) siapa saja yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu). Tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya)” (QS. Al-Jin:8-9).“

8. Keberkahan Didapat Halimatus Sa’diyah

Peristiwa menakjubkan lainnya juga dialami oleh Halimatus Sa’diah yaitu ibu persusuan Nabi Muhammad SAW. Dalam Sirah Ibnu Hisyam yang berjudul Makhtabah Syirakh Al-Bab Al-Halabi, disebutkan bahwa ketika Halimah Sa’diyah mencari bayi persusuan untuk mendapat imbalan, Halimah Sa’diyah tidak menemukan bayi lagi di Mekah kecuali Bayi Muhammad SAW.

Tak diduga, begitu sang bayi diterima dan dibuka penutupnya, Halimah Sadiah melihatnya dengan penuh takjub. Wajah Bayi Muhammad terlihat bercahaya membuat Halimah Sa’diyah kagum karena baru mendapati bayi yang luar biasa.

Selain wajah bayi Muhammad yang bercahaya, hal luar biasa lainnya juga dialami oleh Halimah Sadiah. Diantaranya ialah air susunya yang mengalir sangat deras, dan unta-unta tunggangannya yang awalnya lemah menjadi kuat menempuh perjalanan jauh. Sampai di perkampungan bani Sa’diyah lahan pertanian menjadi mudah berkah juga hasil peternakan yang baik.

Demikian kumpulan rangkuman peristiwa sejarah kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan peristiwa-peristiwa besar yang mengiringinya. Serta nasab beliau yang mulia. Semoga semakin menambah kecintaan kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

sumber : Kisahmuslim.com

Share Kebaikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *